Tetapkan Tujuan

Tetapkan Tujuan

Tetapkan Tujuan. Berbicara tentang tujuan jadi teringat waktu mendaki Gunung Slamet bersama teman-teman.

Kami sama sekali tidak hobi mendaki. Tapi kebetulan ada salah satu teman yang biasa menjadi pemandu dalam pendakian, jadi kadang diajak untuk sesekali ke puncak.

Akhirnya kami ikuti ajakan teman kami itu. Semua melakukan persiapan yang telah diarahkan oleh teman kami si pemandu.

Kami membawa bekal dan barang bawaan seperlunya agar tidak memberatkan tas gunung ketika berjalan. Yang paling utama adalah membawa lampu senter sebagai penerang masing-masing ketika malam datang.

Satu orang ditugaskan untuk membawa tas yang hanya berisi tenda dan peralatannya. Sedangkan tas dia dibawakan oleh teman lainnya yang barang bawaannya paling ringan.

Tujuan kami mendaki waktu itu hanyalah ingin mendapat pengalaman berharga. Yang penting kita pernah naik gunung, cuma itu.

Soal bisa sampai ke puncak atau tidak, itu melihat kondisi nanti ketika sudah mulai dekat. Sebab kata teman kami si pemandu, kadang Gunung Slamet sedang ‘kentut’ jadi baiknya jangan mendekat dulu ke puncak.

Karena tujuan kami hanya mencari pengalaman, tentu saja perjalanan jadi lebih rileks dan menyenangkan. Maklum, kebanyakan dari kami masih pemula dalam mendaki.

Bisa melangkah sampai pos 5 saja rasanya sudah sangat senang. Itu tandanya lutut masih kuat untuk berjalan jauh dan menanjak.

Begitulah pengalaman mendaki kami sebagai pemula. Tidak peduli apa latar belakang kami, asalkan ada pemandu (mentor) insya Allah pendakian lebih terarah.

Di samping itu tujuan pendakian kami juga tidak terlalu muluk harus sampai ke puncak. Kami menyederhanakan tujuan menjadi ‘pengalaman mendaki’.

Begitu memasuki pos satu, kami sudah mendapat pengalaman baru. Apalagi ketika sampai pos 5 dan sampai ke puncak, itu pengalaman yang berharga.

Dalam bisnis kurang lebih sama. Latar belakang apapun tidak menjadi hambatan. Asalkan mau mencoba, ada mentor yang memandu dan tujuan yang realistis, insya Allah bisnis menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan.

Kita sebagai pemula dalam bisnis jangan langsung insecure ketika ada sebuah peluang yang ditawarkan. Lihat bisnisnya, apakah konsepnya halal? Lalu apakah ada mentor yang siap membimbing? Kalau semua ada, bisa dipastikan bisnis tersebut aman untuk dijalankan dan berpeluang menghasilkan.

Yang terpenting jika masih pemula jangan menetapkan tujuan yang terlalu tinggi. Misalkan, baru mau join sudah menetapkan income 1 Miliar, tapi ikhtiarnya malas-malasan. Jadinya ambyar.

Boleh saja menetapkan impian income 1 Miliar, tapi tetapkan juga tujuan jangka pendek, menengah dan panjang. Sederhanakan tujuan menjadi tujuan harian, bulanan dan tahunan kemudian lakukan evaluasi. Sehingga selalu ada progres dan terus berporses menuju impian utama.

Akhirnya, semoga kita semua bisa meraih apa yang menjadi tujuan atau impian kita. Aamiin.

Sekian, semoga berkah berlimpah.