Anak, Sebuah Nikmat Terbesar

Anak, Sebuah Nikmat Terbesar

Anak Nikmat Terbesar

Anak Adalah Nikmat – Kita semua sepakat bahwa mensyukuri nikmat yang Allah berikan akan menambah kenikmatan. Sedangkan jika kita tidak mau mensyukuri, bahkan mengingkari nikmat dari Allah, kita diberi informasi akan adanya azab yang amat pedih.

Allah berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Ada sebuah hikmah yang mengatakan, “Barangsiapa tidak mensyukuri nikmat, ia terancam kehilangan nikmat itu. Dan barangsiapa mensyukurinya berarti ia telah mengikatnya dengan ikatan yang kuat.”

Ketika kita memiliki sesuatu lalu bersyukur, maka Allah akan membuat hati kita merasa nyaman, tentram, bahagia dan merasa tercukupi dengan yang kita miliki. Bertambahnya nikmat bukan berarti bertambah secara jumlahnya.

Hadirnya Buah Hati

Di antara sekian nikmat Allah yang diberikan kepada kita, ada salah satu nikmat besar yaitu hadirnya sang buah hati di tengah-tengah kita.

Allah berfirman, “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.” (QS. Asy Syura: 49 – 50)

Buah hati yang hadir di tengah-tengah keluarga merupakan hadiah yang tak ternilai dari Allah, apalagi jika nantinya dia menjadi seorang anak yang shalih. Anak yang shalih dapat menjadi wasilah kebahagiaan, pelipur lara dan penolong di dunia dan akhirat bagi kedua orang tuanya.

Syukurilah

Maka dari itu bagi orang tua yang telah diberi karunia berupa hadirnya sang buah hati, syukurilah nikmat tersebut. Rawat dan didiklah ia dengan sebaik-baiknya. Latihlah kesabaran kita dari sekarang agar kita bisa mendidik mereka dengan hati yang lapang sehingga kebahagiaan senantiasa hadir di dalam rumah kita.

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan: 74)