Membangun Kolam Prospek – Serial Cara Sukses Bisnis BP

Membangun Kolam Prospek. Saat ini kita sudah punya produk berupa suplemen premium dari Inggris. Pertanyaan sederhananya, kita mau jual produk ini ke siapa? Inilah yang dinamakan target pasar.

Manurut Pride, W.M. dan Hughes, target pasar adalah orang yang berpotensi membeli produk kita. Orang tersebut butuh manfaat produk dan yang terpenting, dia punya uang.

Produk BP memiliki dua segmen yang berbeda yaitu pertama, orang yang bisa kita ajak menjadi tim penjualan. Kedua, orang yang hanya konsumsi rutin untuk menjaga kesehatan.

Dua segmen ini masing-masing membutuhkan strategi yang berbeda dalam membuat penawaran. Tim penjualan lebih suka peluang income atau mentoring, sedangkan konsumen lebih suka peluang sehat.

Langkah Pertama untuk Membangun Kolam Prospek

Membangun Kolam Prospek

Target Market: Tim Penjualan

Pak Ippho sendiri sebagai founder sudah melakukan promosi online besar-besaran. Entah itu lewat FB Ads, IG Ads, Google Ads, dan platform lainnya.

Dalam setiap sesi pembinaan, beliau juga sering mengarahkan kita untuk jual kepada penjual. Ini dimaksudkan agar penjualan kita lebih cepat dan banyak.

Selain penjualan produk kita banyak, kita jadi terlatih menjadi seorang mentor bisnis dan pengusaha, dengan membina mitra.

Beberapa cara membuat kolam prospek untuk segmen kemitraan adalah sebagai berikut:

Pertama, prospek yang akan menjadi calon mitra kita biasanya tertarik dengan bisnis. Maka dari itu, cari dan kumpulkan database orang-orang yang suka jualan.

Di Facebook, kita bisa cari di grup-grup peluang usaha, grup jual beli, atau grup lain yang sejenis. Add pertemanan dengan mereka maksimal 20 orang per hari.

Lalu kita rajin posting terkait motivasi dan bisnis. Usahakan posting dengan tulisan sendiri, jangan selalu copas dari founder.

Di Instagram, kita bisa buat akun yang konsen posting tentang motivasi atau bisnis. Posting tiap hari minimal 3 konten di waktu yang berbeda.

Di WhatsApp, kita bisa masuk ke grup-grup jualan atau grup umum. Sebar lead magnet berupa ebook tentang trik bisnis atau lainnya. Lead magnet bertujuan untuk mendapat database kontak WA.

Di Google, kita bisa membuat website yang membahas tentang tema bisnis dan peluang usaha. Buat artikel setiap hari minimal 5. Kalau proses di google, lumayan lebih lama dibanding media sosial.

Jika kita bisa menguasai minimal 1 platform di atas, insya Allah personal branding kita lebih kuat. Usahakan sebar lead magnet secara berkala untuk mendapat database kontak prospek.

Langkah Kedua untuk Membangun Kolam Prospek

Target Market: Konsumen Loyal

Secara teknis caranya sama persis dengan proses merekrut mitra bisnis. Hanya saja beda di segmen dan perilaku prospek.

Konsumen loyal memiliki perilaku yang cenderung menyukai hal-hal yang bertema kesehatan. Biasanya dia mengikuti grup-grup kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan menggali informasi tertentu.

Di sinilah kita bisa menjaring prospek. Sebarkan lead magnet yang sesuai, misalkan ebook tips-tips sehat, langganan artikel gratis dan semacamnya.

Setiap orang yang terjaring di lead magnet kita menjadi bank database untuk mempermudah proses promosi kita.

Jika sudah terkumpul ribuan atau puluhan ribu database yang tersegmen, maka sangat mempermudah bisnis kita ke depannya.

“Setiap penjualan memiliki lima hambatan: _no need, no money, no hurry, no desire, no trust_.” – Zig Ziglar

Proses mengumpulkan database prospek dengan menyebar lead magnet dan personal branding adalah proses dalam membangun kepercayaan.

Selain itu kita juga mengetahui kebutuhan, kekhawatiran, keinginan dan daya beli prospek kita.

Kalau begitu, siap membangun kolam prospek yang potensial?