Membangkitkan Impian Terdalam – Serial Cara Sukses Bisnis BP

Setelah mengetahui pil pahit dalam bisnis BP yang kita jalani, yaitu tidak ada zona nyaman, selanjutnya kita perlu menggali impian terdalam kita. Membangkitkan impian terdalam demi kebahagiaan orang-orang yang kita cintai.

Apa impian kita sebenarnya? Apakah masih seperti orang-orang pada umumnya?

Ada yang bilang, impian adalah sebuah keinginan kuat yang harus diwujudkan. Jika hanya sekadar ingin, maka itu hanya bualan.

Betul, impian serupa dengan keinginan namun tidak sama secara esensi. Impian sangat melekat di dalam hati sanubari, dan terwujud dalam aksi nyata.

Napoleon Hill mengatakan bahwa semua kesuksesan dimulai dari kekuatan imajinasi. Bila seseorang tidak mempunyai kreativitas akan susah menetapkan tujuan yang jelas.

Membangkitkan Impian Terdalam Sebagai Tujuan Hidup

Membangkitkan Impian Terdalam

Dalam sebuah jurnal Psychological Science diungkapkan bahwa orang yang memiliki impian atau tujuan hidup yang jelas, memiliki usia yang lebih panjang.

Peneliti bernama Susan Biali, M.D, menjelaskan bahwa bisa jadi impian berkaitan dengan otak. Ketika seseorang memiliki impian yang ingin dicapai, dia akan merasa termotivasi dan positif.

Pada umumnya orang menganggap impian itu didasari oleh dua hal, ingin bahagia dan menghindari sengsara. Namun bagi orang beriman, tidaklah seperti itu.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan perihal orang beriman dalam sebuah hadits, “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

Masya Allah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam takjub dengan keadaan orang beriman. Jadi tidak mungkin orang beriman memiliki impian hanya karena ingin bahagia atau menghindari sengsara.

Landasan Utama dalam Membangkitkan Impian Terdalam

Lebih dari itu, impian terdalam orang beriman itu hendaknya dilandasi karena minimal 3 hal berikut;

1. Jujur pada Allah

Apa maksudnya? Jujur bahwa impian kita itu terkait dengan Allah. Misalkan kita ingin haji atau menghajikan, itu memang karena Allah.

Misalkan kita punya impian menghidupi 1000 anak yatim, itu juga dilandasi karena Allah. Namun harus jujur. Libatkan Allah dalam setiap impian yang ingin kita wujudkan.

Ibaratnya, jadikan Allah partner dalam mewujudkan impian kita. Ini lebih powerfull. Kuncinya, jujur.

2. Jangan Dilandasi karena Khawatir

Ini bedanya dengan kebanyakan orang. Kita sebagai orang beriman, sebaiknya memiliki impian bukan karena rasa khawatir.

Contoh rasa khawatir itu seperti ini, saat ada orang yang berhasil beli rumah, lantas kita jadi terlintas ingin punya rumah juga.

Saat ada orang lain yang beli mobil, lalu kita memasukkan mobil ke dalam daftar impian kita.

Jangan punya impian hanya karena perasaan seperti ini, tapi niatkan karena Allah dan milikilah azzam yang kuat untuk mewujudkannya.

3. Cemburu Pada Kebaikan

Adakah seorang tokoh yang kita kagumi? Coba lihat dirinya, apakah dia banyak melakukan kebaikan atau malah sebaliknya?

Jika orang yang kita kagumi banyak melakukan kebaikan dan suka berbagi, maka cemburulah pada orang tersebut. Cemburu seperti ini selain berpahala, bisa membuat kita lebih termotivasi.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada (sifat) iri (yang terpuji) kecuali pada dua orang: seorang yang dipahamkan oleh Allah tentang al-Qur’an kemudian dia membacanya di waktu malam dan siang hari, lalu salah seorang tetangganya mendengarkan (bacaan al-Qur’an)nya dan berkata: ‘Duhai kiranya aku diberi (pemahaman al-Qur’an) seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan seperti (membaca al-Qur’an) seperti yang diamalkannya’. Dan seorang yang dilimpahkan oleh Allah baginya harta (yang berlimpah) kemudian dia membelanjakannya di (jalan) yang benar, lalu ada orang lain yang berkata: ‘Duhai kiranya aku diberi (kelebihan harta) seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan (bersedekah di jalan Allah) seperti yang diamalkannya.'” (HR. Bukhari).

Kita tidak boleh iri dengan apa yang diperoleh orang tersebut, tapi irilah dengan kebaikan yang dia lakukan.

Beruntung di bisnis BP kita selalu diingatkan oleh founder untuk senantiasa meluruskan niat dalam mencapai impian.

Kita tahu bahwa the founder ingin bisnis BP ini tidak hanya berlimpah harta di dunia, namun juga berdampak pada kehidupan akhirat.

Sungguh cita-cita yang sangat mulia dan sangat perlu kita dukung dengan segenap kemampuan yang ada pada diri kita.

Maka dari itu, milikilah impian yang benar-benar melibatkan Allah. Lalu gapai impian tersebut agar banyak kebaikan yang tertunaikan.

Jadilah orang beriman yang kaya raya sehingga banyak orang yang merasakan keberkahannya.

Siap?