Belum Tahu Dark Motivation? Sama! Ayo Kita Baca Sejenak

Belum Tahu Dark Motivation

Sebelum membahas Dark Motivation, ada sebuah analogi dari kisah berikut. Kamu memiliki teman akrab di saat SMA, sangat dekat dan sudah seperti saudara sendiri. Bahkan keluarga dekat kalian juga sudah saling mengenal.

Saat ada ulangan semester, kadang kamu menginap di rumahnya karena jarak rumahnya lebih dekat dengan sekolah. Kamu memutuskan menginap karena tidak ingin terlambat jika harus menempuh 2 jam perjalanan dari rumah.

Selang 10 tahun berlalu, ternyata dia punya bisnis yang sukses dan tidak pernah memberi tahu. Di sisi lain kamu masih menjadi karyawan dengan gaji yang pas-pasan.

Seketika itu kamu menghubungi teman dekatmu untuk menanyakan perihal bisnisnya. Kebetulan, dia sedang membuka peluang kemitraan baru. Kamu sangat senang dan bersemangat untuk memulai bisnis, bersama teman dekat.

Pernah merasakan perasaan seperti ini? Kita termotivasi karena melihat orang lain yang dekat dengan kita melakukan sesuatu. Kita termotivasi untuk melakukan seperti orang tersebut karena dua hal, dia teman dekat dan dia lebih sukses dari kita.

Nah, dorongan yang kedua inilah yang disebut dengan dark motivation, Motivasi Gelap. Sebuah dorongan semangat karena perasaan negatif terhadap orang lain. “Dia kok sudah sukses, saya masih gini-gini aja?” Kurang lebih seperti itu gambarannya.

Dark Motivation, Apa Sama dengan Iri?

Dark Motivation Sama dengan Iri

Di media sosial saat ini banyak sekali new comer dalam dunia bisnis yang posting berbagai pencapaian yang mereka dapatkan. Pasang foto mobil mewah, rumah baru atau uang yang bertumpuk-tumpuk. Akhirnya kita ada rasa “iri” atas pencapaian mereka. Ada rasa ingin mencapai sesuatu yang sama seperti mereka.

Dorongan motivasi ini kalau dikelola dengan baik, insya Allah berdampak baik. Sebab pada dasarnya rasa iri itu dilarang dalam agama, apalagi hanya sekadar iri dengan hasil income yang notabene hanya sebatas dunia. Akan tetapi, ada rasa iri yang masih diperbolehkan yaitu,

“Tidak diperbolehkan hasad (iri hati) kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai Allah (kemampuan membaca/menghafal Alquran). Lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakkannya pada malam dan siang hari.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Kalau ada orang yang punya banyak harta dan suka sedekah, maka kita patut untuk iri ke orang tersebut. Rasa iri tersebut membuat kita termotivasi untuk sukses, kaya raya dan gemar memberi sesama. Akhirnya kita memilih untuk menjalankan bisnis misalnya, agar di kemudian hari memiliki income yang banyak dan tak terbatas.

Dark Motivation, Jadi Suplemen Sukses

Dark Motivation Suplemen Sukses

Ibarat sebuah suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dark mmotivation juga memiliki pengaruh yang hampir sama. Rasa iri terhadap kebaikan orang lain mendorong dirinya untuk lebih sukses agar bisa lebih banyak bermanfaat.

Dorongan seperti ini justru biasanya meminimalisir sikap suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Apalagi yang membuat diri kita menjadi insecure atau minder.

Tapi perlu diingat bahwa jangan terlalu berlebihan memiliki sikap dark motivation, iri terhadap kelebihan orang lain. Sebab bisa jadi nantinya malah menimbulkan perasaan dengki dan ujub karena menganggap diri lebih mampu dibanding orang lain.

Agar dark motivation tidak gelap gulita maka perlu adanya cahaya, yaitu cahaya yang datangnya dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Insya Allah dark menjadi bright, dari gelap menuju bercahaya.